Senin, 26 September 2016

Diagnosa keperawatan malaria

1.Hipertermia berhubungan dengan peningkatan metabolisme, dehidrasi, efek langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus.
2.Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman oksigen dan nutrient dalam tubuh.
3.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan yang tidak sdekuat ; anorexia; mual/muntah
4.Kurang pengetahuan, mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/ mengingat kesalahan interprestasi informasi, keterbatasan kognitif.

Intervensi 

1.Hipertermia berhubungan dengan peningkatan metabolisme, dehidrasi, efek langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus.
Tujuan: suhu kembali normal (antara 36 – 37 C)
a. Pantau suhu pasien, perhatikan menggigil. 
b. Pantau suhu lingkungan/ Suhu ruangan
c. Berikan antipiretik.

2.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan yang tidak adekuat ; anorexia; mual/muntah
Tujuan :
Menunjukkan peningkatan berat badan atau berat badan stabil dengan nilai laboratorium normal, tidak mengalami tanda malnutrisi. Menunjukkan perilaku atau perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan mempertahankan berat badan yang sesuai.
a. Kaji riwayat nutrisi
b. Berikan makan sedikit dan makanan tambahan kecil 
c. Pantau berat badan secara teratur
d. Diskusikan makanan yang disukai klien
e. Observasi dan catat kejadian mual/ muntah, dan gejala lain 
f. Kolaborasi dengan ahli gizi 

3. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman oksigen dan nutrient dalam tubuh.
Tujuan : pemenuhan oksigen ke jaringan cukup 

a. Pertahankan tirah baring bantu dengan aktivitas perawatan. 
b. Pantau terhadap kecenderungan tekanan darah, mencatat perkembangan hipotensi dan perubahan pada tekanan nadi. Hipotensi akan berkembang bersamaan dengan kuman yang menyerang darah
c. Perhatikan kualitas, kekuatan dari denyut perifer. Pada awal nadi cepat kuat karena peningkatan curah jantung, nadi dapat lemah atau lambat karena hipotensi yang terus menerus, penurunan curah jantung dan vaso kontriksi perifer.
d. Kaji frukuensi pernafasan kedalaman dan kualitas. Perhatikan dispnea berat. Peningkatan pernafasan terjadi sebagai respon terhadap efek-efek langsung dari kuman pada pusat pernafasan. Pernafasan menjadi dangkal bila terjadi insufisiensi pernafasan, menimbulkan resiko kegagalan pernafasan akut.
e. Berikan cairan parenteral. Untuk mempertahankan perfusi jaringan, sejumlah besar cairan mungkin dibutuhkan untuk mendukung volume sirkulasi.

4. Kurang pengetahuan, mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/ mengingat kesalahan interprestasi informasi, keterbatasan kognitif.
Tujuan: memahami prognosis dan cara pengobatan malaria 
a. Tinjau proses penyakit dan harapan masa depan. Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pilihan.
b. Berikan informasi mengenai terapi obat – obatan, interaksi obat, efek samping dan ketaatan terhadap program. Meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kerja sama dalam penyembuhan dan mengurangi kambuhnya komplikasi.
c. Diskusikan kebutuhan untuk pemasukan nutrisional yang tepat dan seimbang. Perlu untuk penyembuhan optimal dan kesejahteraan umum.
d. Dorong periode istirahat dan aktivitas yang terjadwal. Mencegah pemenatan, penghematan energi dan meningkatkan penyembuhan.
e. Tinjau perlunya kesehatan pribadi dan kebersihan lingkungan. Membantu mengontrol pemajanan lingkungan dengan mengurangi jumlah penyebab penyakit yang ada.
f. Identifikasi tanda dan gejala yang membutuhkan evaluasi medis. Pengenalan dini dari perkembangan / kambuhnya infeksi.
g. Tekankan pentingnya terapi antibiotik sesuai kebutuhan. Pengguaan terhadap pencegahan terhadap infeksi.

Begitu lah Diagnosa keperawatan malaria yang dapat saya bagikan. semoga membantu.

0 komentar:

Posting Komentar