Kamis, 29 September 2016

 Syok kardiogenik


A. PEMERIKSAAN PENUNJANG KLIEN SYOK KARDIOGENIK

1.    Pemeriksaan Laboratorium
·         Hematologi : Hitung  sel  meningkat, Hemokonsentrasi, trombositopenia, eosinophilia naik/ normal / turun
·         Kimia: Plasma Histamin meningkat, sereum triptaase meningkat.
2.      Radiologi
·         X foto: Hiperinflasi dengan atau tanpa atelektasis karena mukus, plug.
·         EKG: Gangguan konduksi, atrial dan ventrikular disritmia

B.   KOMPLIKASI
1.      Henti jantung (cardiac arrest) dan nafas.
2.      Bronkospasme persisten.
3.      Oedema Larynx (dapat mengakibatkan kematian).
4.      Relaps jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).
5.      Kerusakan otak permanen akibat syok.
6.      Urtikaria dan angoioedema menetap sampai beberapa bulan.
7.      Bisa menyebabkan kematian dalam hitungan detik-menit jika tidak segera ditangani.

C.                                                                    ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN SYOK ANAFILAKTIK
Pengkajian
1.      Primary Survey
A.    Airway
1)      Pengkajian
Adanya rasa tercekik di daerah leher, suara serak sebab edema pada laring. Hidung terasa gatal, bersin hingga tersumbat. serta adanya batuk, dan bunyi mengi. Ditemukan edema pada lidah.
2)      Diagnosa
Ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d obstruksi pada jalan napas
3)      Intervensi
·         Kaji frekuensi kedalaman upaya bernapas.
Rasional : Untuk mengetahui kemampuan ekspirasi inspirasi pasien.
·         Buka jalan napas dengan headtill dan chinlift.
Rasional : Membantu pembukaan jalan napas
·         Lakukan suction.
Rasional : Untuk mengeluarkan faktor penyebab obstruksi.
·         Broncholitic, pemasangan entotracheal tube.
Rasional : Untuk mengeluarkan secret


B.     Breathing
1)         Pengkajian
Pada pasien syok anafilaktik ditemukan adanya batuk dan sesak napas akibat spasme pada bronkus, bunyi stridor pada auskultasi paru.
2)         Diagnosa
Ketidakefektifan  pola napas b/d spasme otot bronkus.
3)         Intervensi
·         Kaji frekuensi napas
     Rasional : Untuk mengetahui kelainan pada saluran pernapasan.
·         Berikan posisi semifowler
·         Berikan tambahan oksigen atau ventilasi manual sesuai
     Kebutuhan
     Rasional : Untuk menurunkan hipoksia cerebral
·         Pemberian bronkodilator
      Rasional : Mengatasi bronkospasme.
C.     Circulation
1)      Pengkajian
Terjadi hipotensi sampai syok, aritmia. Kelainan EKG : gelombang T datar, terbalik, atau tanda-tanda infark miokard. Gelisah, pusing
2)      Diagnosa
Ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral b/d penurunan curah jantung dan vasodilatasi arteri
3)      Intervensi :
·         Kaji kulit pucat, dingin atau lembab,catat kekuatan nadi .
Rasional : Penurunan curah jantung di buktikan oleh penurunan   perfusi kulit dan penurunan nadi.
·         Pertahankan kepatenan kardiovaskular. Berikan cairan IV.
Rasional : Peningkatkan volume tekanan darah saat terjadi penurunan tahanan cardiovaskular.
·         Pemberian epinefrin
Rasional : Memengaruhi tekanan darah.

D.    Disability
1)      Pengkajian
Pada pasien syok anafilaktik, akan mengalamai penurunan kesadaran. Diakibatkan transport oksigen ke otak yang tidak mencukupi (menurunnya curah jantung – hipotensi) yang akhirnya darah akan sulit mencapai jaringan otak. Pasien dengan syok anafilaktik biasanya terjadi gelisah dan kejang.
E.     Exposure
Kaji kelainan kulit seperti urtikaria dibagian ekstremitas.
2.      Secondary Survey
a.       Catat adanya drainase dari mata dan hidung
b.      Inspeksi lidah dan mukosa oral
c.       Kaji mengenai mual muntah pada saluran GI
d.      Kaji peristaltik saluran GI
e.       Pemeriksaan diagnostic eosinofil.
f.       Pemeriksaan fisik
g.      Diagnosa Keperawatan
1.      Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme otot bronkeolus .
2.      Gangguan perfusi jaringan, berhubungan dengan penurunan curah jantung dan vasodilatasi arteri.
3.      Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.

4.      Gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan produksi histamine dan bradikinin oleh sel mast.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar