A. PEMERIKSAAN PENUNJANG KLIEN SYOK KARDIOGENIK
1.
Pemeriksaan Laboratorium
·
Hematologi : Hitung sel meningkat,
Hemokonsentrasi, trombositopenia, eosinophilia naik/ normal / turun
·
Kimia: Plasma
Histamin meningkat, sereum triptaase meningkat.
2.
Radiologi
·
X foto:
Hiperinflasi dengan atau tanpa atelektasis karena mukus, plug.
·
EKG: Gangguan
konduksi, atrial dan ventrikular disritmia
B. KOMPLIKASI
1.
Henti jantung (cardiac arrest) dan nafas.
2.
Bronkospasme persisten.
3.
Oedema Larynx
(dapat mengakibatkan kematian).
4.
Relaps jantung
dan pembuluh darah (kardiovaskuler).
5.
Kerusakan otak
permanen akibat syok.
6.
Urtikaria dan
angoioedema menetap sampai beberapa bulan.
7.
Bisa menyebabkan kematian dalam hitungan detik-menit
jika tidak segera ditangani.
C.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN SYOK ANAFILAKTIK
Pengkajian
1. Primary
Survey
A. Airway
1) Pengkajian
Adanya rasa tercekik di
daerah leher, suara serak sebab edema pada laring. Hidung terasa gatal, bersin
hingga tersumbat. serta adanya batuk, dan bunyi mengi. Ditemukan edema pada
lidah.
2) Diagnosa
Ketidakefektifan
bersihan jalan napas b/d obstruksi pada jalan napas
3) Intervensi
·
Kaji frekuensi kedalaman upaya bernapas.
Rasional : Untuk
mengetahui kemampuan ekspirasi inspirasi pasien.
·
Buka jalan napas dengan headtill dan chinlift.
Rasional : Membantu
pembukaan jalan napas
·
Lakukan suction.
Rasional : Untuk
mengeluarkan faktor penyebab obstruksi.
·
Broncholitic, pemasangan entotracheal tube.
Rasional : Untuk
mengeluarkan secret
B. Breathing
1)
Pengkajian
Pada pasien syok
anafilaktik ditemukan adanya batuk dan sesak napas akibat spasme pada bronkus,
bunyi stridor pada auskultasi paru.
2)
Diagnosa
Ketidakefektifan pola
napas b/d spasme otot bronkus.
3)
Intervensi
·
Kaji frekuensi napas
Rasional : Untuk mengetahui kelainan pada saluran pernapasan.
·
Berikan posisi semifowler
·
Berikan tambahan oksigen
atau ventilasi manual sesuai
Kebutuhan
Rasional : Untuk menurunkan hipoksia
cerebral
·
Pemberian bronkodilator
Rasional : Mengatasi bronkospasme.
C. Circulation
1) Pengkajian
Terjadi hipotensi
sampai syok, aritmia. Kelainan EKG : gelombang T datar, terbalik, atau
tanda-tanda infark miokard. Gelisah, pusing
2) Diagnosa
Ketidakefektifan perfusi
jaringan cerebral b/d
penurunan curah jantung dan vasodilatasi arteri
3) Intervensi
:
·
Kaji kulit pucat, dingin
atau lembab,catat kekuatan nadi .
Rasional : Penurunan
curah jantung di buktikan oleh penurunan perfusi
kulit dan penurunan nadi.
·
Pertahankan kepatenan
kardiovaskular. Berikan cairan IV.
Rasional
: Peningkatkan volume tekanan darah saat terjadi penurunan tahanan
cardiovaskular.
·
Pemberian epinefrin
Rasional
: Memengaruhi tekanan darah.
D. Disability
1) Pengkajian
Pada
pasien syok anafilaktik, akan mengalamai penurunan kesadaran. Diakibatkan transport
oksigen ke otak yang tidak
mencukupi (menurunnya curah jantung – hipotensi) yang akhirnya
darah akan sulit mencapai jaringan otak. Pasien dengan syok anafilaktik biasanya terjadi
gelisah dan kejang.
E. Exposure
Kaji kelainan kulit seperti urtikaria dibagian
ekstremitas.
2.
Secondary Survey
a. Catat adanya drainase
dari mata dan hidung
b. Inspeksi lidah dan
mukosa oral
c. Kaji mengenai mual
muntah pada saluran GI
d. Kaji peristaltik saluran
GI
e. Pemeriksaan diagnostic
eosinofil.
f. Pemeriksaan
fisik
g.
Diagnosa Keperawatan
1. Pola
nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme otot bronkeolus .
2. Gangguan
perfusi jaringan, berhubungan dengan penurunan curah jantung dan vasodilatasi
arteri.
3. Intoleransi
aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.
4. Gangguan
integritas kulit berhubungan dengan peningkatan produksi histamine dan
bradikinin oleh sel mast.

0 komentar:
Posting Komentar